JAKARTA - Mulai tahun depan akan ada 76 ribu hingga 110 ribu guru yang memasuki usia pensiun setiap tahun. Namun, pemerintah menilai, kondisi itu bukan masalah karena secara teknis Depdiknas dan Depag masih kelebihan jumlah guru.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, ledakan jumlah guru yang pensiun mulai 2009 hingga 2015 disebabkan pada 1976 pemerintah gencar merekrut guru instruksi presiden (inpres). Karena itu, usia pensiun guru yang direkrut hampir bersamaan. ''Tapi, ledakan jumlah guru yang pensiun tidak akan menjadi masalah karena kita sudah antisipasi,'' katanya di Jakarta Selasa lalu (1/10).
Mendiknas menuturkan, Indonesia tidak akan kekurangan guru karena hingga 2015 jumlah guru PNS yang dimiliki pemerintah masih berlebihan. Itu ditandai dengan rasio jumlah murid dan guru masih cukup besar, yakni 1 guru untuk 14 orang siswa. Rasio itu lebih besar dibandingkan dengan rasio ideal, yakni satu guru untuk 20 orang siswa.
Sebagai ilustrasi, murid SD di Indonesia 26 juta siswa, sementara jumlah siswa SMP sebanyak 12 juta jiwa. Sementara jumlah guru 2,7 juta orang, dengan jumlah guru swasta 1,2 juta orang.
''Dibandingkan dengan negara lain, rasio guru-murid kita masih lebih mewah. Di Malaysia, satu guru berbanding 25. Bahkan, di negara maju seperti Jepang dan Singapura, rasio guru-murid 1 banding 23. Bahkan, di Korea, satu guru harus mengajar 130 siswa," terangnya.
Akibat jumlah guru yang berlebihan, pemerintah bahkan kesulitan mencari guru yang memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi setelah lolos uji sertifikasi kuota 2006. Sebab, guru baru dapat memperoleh SK setelah kepala sekolah menyatakan guru yang bersangkutan mengajar minimal 24 jam sepekan, sesuai ketentuan pasal 35 ayat 2 UU Guru dan Dosen.
''Karena jumlah guru yang berlebihan, satu guru hanya mampu mengajar rata-rata 12 hingga 18 jam sepekan. Bahkan, ada guru mata pelajaran tertentu yang mengajar kurang dari 10 jam sepekan, seperti guru bidang kesenian, guru bidang ketrampilan, guru bidang PPKN, dan sejarah," kata dia.
Lemahnya sektor pendidikan di Indonesia, kata Bambang, bukan disebabkan kuantitas guru, tetapi pemerataan guru di daerah, serta terbatasnya guru bersertifikasi yang memenuhi kualifikasi untuk mengajar. ''Jadi, bukan jumlah guru yang harus ditambah, tetapi jumlah guru berkualitas yang harus diperbanyak,'' paparnya.
Khusus untuk menambah jumlah guru, pemerintah secara bertahap telah mengangkat 300 ribu guru bantu menjadi guru PNS. Dengan demikian, jumlah guru mulai tahun ini 3 juta orang.
Motivasi |
Cerpen |
Puisi |
Kata Bijak By
KhafiReview BLog |
Indonesian Blog 1 |
Indonesian Blog 2 |
Indonesian Blog 3 |
Indonesian Blog 4 |
Indonesian Blog 5 |
Indonesian Blog 6 |
Indonesian Blog 7 |
Indonesian Blog 8 |
Indonesian Blog 9 |
Indonesian Blog 10